Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Pemenang & Pecundang

Post : Jan Nasution

Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah

Pemenang selalu punya program 
Pecundang selalu punya kambing hitam

Pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda” 
Pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan saya”

Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban

Pemenang selalu berkata, “itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa” 
Pecundang selalu berkata, “Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit”

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, “saya salah” 
Saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, “itu bukan salah saya...!”

Pemenang membuat komitmen-komitmen 
Pecundang membuat janji-janji

Pemenang mempunyai impian-impian 
Pecundang punya tipu muslihat

Pemenang berkata, “Saya harus melakukan sesuatu.!!” 
Pecundang berkata, “Harus ada yang dilakukan”

Pemenang adalah bagian dari sebuah tim 
Pecundang melepaskan diri dari tim

Pemenang melihat keuntungan 
Pecundang melihat kesusahan

Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan 
Pecundang melihat permasalahan

Pemenang percaya pada menang-menang (win-win) 
Pecundang percaya, mereka yang harus menang dan orang lain harus kalah...!!

Pemenang melihat potensi-potensi
Pecundang melihat masa lalu yg sudah lewat

Pemenang memilih apa yang mereka katakan
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih

Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata2 yang lembut
Pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata2 yang keras

Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai-nilai tapi bersedia berkompromi pada hal-hal remeh 
Pecundang berkeras pada hal-hal remeh tapi mengkompromikan nilai-nilai

Pemenang menganut filosofi empati, “Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda”
Pecundang menganut filosofi, “Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda !”

Pemenang MEMBUAT SESUATU TERJADI
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

Para Pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan untuk menang 
Para pecundang hanya berencana dan berharap-harap ia akan menang

[Pramono "Pakde" Dewo | @DewoPakde]
More aboutPemenang & Pecundang

tapi bagaimanapun...

Post : Jan Nasution



Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimanapun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimanapun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
tapi bagaimanapun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.

Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu;
Bukan urusan antara engkau dan mereka.

[Teresa|Nobel Prize Winner For Peace|1979]



More abouttapi bagaimanapun...

10 tanda penyebab ketidakberuntungan...

Post : Jan Nasution


Jika Anda kerap merasa sebagai orang yang tak beruntung, yang sebenarnya bisa jadi sebagian besar itu semua Anda sendiri yang menciptakannya. Coba cermati 10 hal penyebab sial di bawah ini, jika ternyata Anda melakukan kesalahan-kesalahan di bawah ini, maka sudah selayaknya pemikiran dan keyakinan Anda perlu diubah lagi.

1. Tak Punya Selera Humor
Jika Anda tipe orang yang menanggapi segala hal secara serius, maka Anda masuk daftar pertama ini. Mulailah belajar tertawa. Tawa adalah obat paling ampuh dalam segala hal. Jika Anda tak dapat menjadikan permasalahan yang Anda hadapi sebagai lelucon, malah sebaliknya mengeluh panjang lebar tentang masalah tersebut, bisa jadi masalah ini sebenarnya tak seburuk yang Anda pikirkan. Sekali Anda buktikan, maka sepanjang hidup semua masalah tak seburuk yang Anda kira. 

2. Menyalahkan Pihak Lain
Kenapa Anda begitu mudah patah? Bukan berarti mengatakan orang lain tak bersalah, tapi saat menunjuk pada hal itu, Anda akhirnya malah mengubah uang Anda sendiri. Sekali lagi, berhentilah merasa menyesali diri dan berhentilah mengeluh. Jika usaha yang Anda lakukan tak membawa hasil seperti yang diharapkan, maka lakukan hal yang berbeda. Jadi orang yang berbeda sesekali, bisa jadi hal bagus buat diri Anda. Ingat, mulailah dengan berhenti mengeluh, dan berdamailah dengan segala keadaan yang Anda hadapi.

3. Tak Bahagia Dengan Diri Sendiri Saat Melihatnya di Kaca
Kenapa bis begitu? Dengan standard siapa Anda membandingkan diri sendiri? Anda sendiri atau orang lain? Yang Sebenarnya, Anda bisa menemukan sesuatu dalam diri sendiri yang membuat Anda bahagia, atau melakukan perubahan. Lakukan keduanya jika Anda mau. Tak seorangpun di dunia ini yang dapat menghentikan Anda berpikir bahwa Anda menarik.

4. Tak Punya Harapan Atau Stuck
Tak seorangpun yang dapat membuat Anda merasa lebih baik selain diri Anda sendiri. Anda tak bisa mengharapkan dunia berubah untuk Anda sebelum Anda mengubah diri.

5. Bertindak Lebih Dari Kemampuan
Tindakan ini membuat Anda jadi tumpul, dan khususnya tak berarti 'Semua pekerjaan dan tak ada permainan.'

6. Khawatir Berlebihan
Semakin Anda khawatir, semakin kurang keyakinan Anda kalau segala sesuatunya akan berjalan dengan baik. Bagaimana Anda dapat mengharapkan mendapat tempat dalam kehidupan jika Anda tak punya keyakinan atau rasa percaya diri? Biarkan semua berjalan apa adanya. Rileks.

7. Iri Dengan Keberuntungan Orang Lain
Kapanpun Anda mendengar orang lain mendapat keberuntungan Anda selalu berseru, 'Orang itu bikin aku sangat kesal!' Mungkin jika Anda ikut bergembira dengan keberuntungan orang lain, maka keberuntungan yang sama bisa menular pada Anda.

8. Menyalahkan Tuhan
Kadang Anda berpikir betapa Tuhan tidak adil pada Anda. Mungkin sebaiknya mulai sekarang Anda belajar bersyukur dan maka hal-hal baik akan datang menggantikan hal-hal buruk. Anda bisa memulainya dengan bersyukur bangun dalam keadaan sehat di pagi hari.

9. Tak Menghargai Hal-Hal Baik Yang Anda Miliki
Sebagai contohnya, Anda tak pernah mensyukuri kalau Anda masih bisa bangun pagi ini dan melihat sinar matahari? Benar begitu? Mulai sekarang, Anda bisa menghitung kebaikan yang Anda miliki dalam hidup dari hal-hal kecil yang Anda miliki.

10. Mengeluh Terus Menerus 
Sebenarnya, mengeluhkan satu hal malah akan lebih banyak hal lain yang Anda keluhkan. Dan yang pasti semua orang merasa terganggu dengan orang yang suka mengeluh.

Bagaimana menurut Anda? Jika benar dari 10 hal di atas ada pada diri Anda. Coba lakukan perubahan, dan ketidakberuntungan itu hanya akan tinggal bayang-bayang. (kpl/art/erl)


More about10 tanda penyebab ketidakberuntungan...

Suatu Saat...

Post : Jan Nasution


Hentikan pekerjaan kita bersama-sama sesaat, bacalah perlahan-lahan kata-kata ini dan resapilah :

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya. Karena ialah yang mengubah hidupmu.

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih . Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..

Dan selalu bersyukur... atas apa yang kau rasakan...

More aboutSuatu Saat...

Ironis

Post : Jan Nasution


Ana, wanita berumur 29 tahun memiliki keyakinan kalau cita-citanya menjadi PNS terwujud maka dia merencanakan untuk segera menikah. Karena dengan usia selevel itu sudah waktunya dia untuk berumah tangga, apalagi dorongan ekstren pertanyaan "kapan kawin?" dari kerabat dan teman-temannya sudah seringkali dia dengar dan bahkan sudah mengapal di gendang telinganya.

Realita dalam penerimaan PNS di Indonesia sudah dipahami Ana dengan jelas. "Tak ada UANG jangan harap untuk jadi Pegawai, kecuali kamu anak atau keluarga Pejabat" begitu perkataan tukang becak yang mengantarkannya ke Kantor Pos untuk memasukan berkas lamaran CPNS nya.

Maka, sebelum dia mengantar berkas tersebut sebenarnya Ana sudah melakukan persiapan dengan sangat matang. Atas saran temannya dia menjumpai seorang makelar CPNS yang sudah mumpuni untuk meloloskan Ana menjadi PNS, kata kebanyakan orang sembilan puluh sembilan persen calon CPNS yang dia bawa pasti lolos.

Maka begitu telah sepakat Ana dan makelar tersebut tentang besaran dana untuk lolos CPNS, Ana sungguh bersemangat sekali dan berkeyakinan bahwa dia akan menjadi salah satu orang yang akan memakai seragam coklat-coklat pada tahun ini.

"Yang perlu kamu persiapkan hanya berkas, begitu keluar nomor peserta ujian maka selanjutnya itu menjadi urusan saya, kamu tinggal mengikuti ujian formalitas saja" begitu kata-kata kunci dari makelar tersebut sambil tersenyum dan pada penutup pembicaraan sambil mengirim SMS nomor rekeningnya si makelar berkata "lima puluh persen dulu untuk pengurusannya, segera ya".

Maka Ana dengan restu orangtuanya mencoba peruntungannya untuk masuk PNS. Lebih bersemangat daripada tahun-tahun sebelumnya karena ini beda, lebih menjanjikan, berpower dana dan "orang dalam".

Setelah ujian yang Ana ikuti sebenarnya ada kegetiran juga dalam dirinya, dari dua formasi yang dibutuhkan ada ratusan lebih orang yang mengikutinya, tapi sang makelar orang dalam menyakinkannya dan ini membuat Ana optimis bakal lolos.

Waktu pengumumanpun tiba, dengan penuh semangat dibukanya lembaran pengumuman di koran pagi itu. Sampai lembaran terakhir tetap tidak tercantum namanya bahkan formasi yang bukan jurusannya pun tak luput dia teliti satu persatu seolah-olah tidak percaya dia tidak lulus. Dan sampai akhirnya dia tersadar juga bahwa dia tidak lulus begitu mendengar kabar dari sang makelar bahwa "Ana kalah kekuatan Uang, ada peserta lain yang menyodorkan lebih dari Ana".

Jadi..... 
Apa yang dapat kita simpulkan dari kisah Ana tersebut???

Sembari Anda menyimpulkan, Penulis dedikasikan lagu Ironic ini untuk Ana-Ana lain yang bernasib sama.... :)


 

















 





Alanis Morissette - Ironic

An old man turned ninety-eight
He won the lottery and died the next day
It's a black fly in your Chardonnay
It's a death row pardon two minutes too late
Isn't it ironic... don't you think?

Chorus:
It's like rain on your wedding day
It's a free ride when you've already paid
It's the good advice that you just didn't take
Who would've thought... it figures

Mr. Play It Safe was afraid to fly
He packed his suitcase and kissed his kids goodbye
He waited his whole damn life to take that flight
And as the plane crashed down he thought
"Well isn't this nice..."
And isn't it ironic... don't you think?

Repeat Chorus

Well life has a funny way of sneaking up on you
When you think everything's okay and everything's going right
And life has a funny way of helping you out when
You think everything's gone wrong and everything blows up
In your face

A traffic jam when you're already late
A no-smoking sign on your cigarette break
It's like ten thousand spoons when all you need is a knife
It's meeting the man of my dreams
And then meeting his beautiful wife
And isn't it ironic... don't you think?
A little too ironic... and yeah I really do think...

Repeat Chorus

Life has a funny way of sneaking up on you
Life has a funny, funny way of helping you out
Helping you out



More aboutIronis

Bosen Hidup...

Post : Jan Nasution

 
Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji, “Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustad.

“Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Ustad edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”

Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini ”.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah ustad tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustad langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustad pun berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini……

(sumber: dari kiriman email motivasi sahabat)




More aboutBosen Hidup...

Kisah Semangkuk Bakmi

Post : Jan Nasution



Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" " Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu.

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "

Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

"Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai.

"Tidak apa-apa, aku hanya terharu jawab" Ana sambil mengeringkan air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah".

"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya"

Ana, terhenyak mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut?. Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang".

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA, TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR. PIKIRKANLAH HAL ITU?? APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

TAATILAH ORANG TUA KITA DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM HIDUP KITA.


More aboutKisah Semangkuk Bakmi

Kisah Secangkir Teh

Post : Jan Nasution



Menjelang Akhir tahun, Ana, seorang pengusaha yang cukup terkenal, hang out ke satu mall. Berbelanja menghabiskan cukup banyak uang untuk keperluan yang kalau bisa dikatakan secondary needs bahkan third needs. Disaat akan meninggalkan mall tersebut Ana berjumpa dengan mantan guru SMA nya. 

Dengan sedikit basa-basi akhirnya Ana bersedia menerima undangan untuk mampir ke rumah gurunya tersebut.

Begitu sampai dirumah gurunya tersebut, sepuluh menit pertama komunikasi didominasi oleh Ana, dengan menceritakan segala jerih payahnya hingga sampai berhasil, mendeskripsikan kemewahan dengan sejumlah mobil, rumah yang besar, berlian dan bermacam-macam investasinya. Dengan penuh gelora dia sampaikan bagaimana kehidupan rumah tangganya, suaminya yang super sibuk dan anaknya yang “mandiri” tanpa bimbingannya. Sang guru tekun mendengarkan apa yang disampaikan oleh Ana.

Sepuluh menit kedua, suasana mendadak hening. Mulai tampak gelisah dan muncul kerutan dahi di wajah Ana seperti ada yang kosong dalam pikirannya.

Kelihatan Ana sedang stres karena sebenarnya pekerjaan, prestasi, kondisi ekonomi, keluarga dan situasi hati tak secerah apa yang dia miliki dan duduki. Bahwa uang mengalir deras, adalah sebuah fakta yang terlihat dengan jelas dari mobil yang dia kendarai serta merek baju dan perhiasan yang dia pakai. Namun di lain pihak, dia sebenarnya sedang dirundung masalah berat, yakni kehilangan makna hidup. Di satu sisi dia sukses meraih kekayaan, di sisi lain dia miskin dalam menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri. She have money but not life.

Mengetahui hal itu, sang guru memecahkan keheningan dengan menawarkan untuk minum teh. Diambillah oleh sang Guru tersebut satu ceret teh dan beberapa cangkir plastik biasa dan satu cangkir yang paling bagus yang dia punya. “Minumlah dulu teh ini…”, begitu kata sang guru. Ana mengambil cangkir yang bagus, menuangkan teh dan meminumnya. Kemudian Guru yang bijaksana tersebut memulai wejangannya “Tahukah kamu Ana, Sesungguhnya mobil, perhiasan, rumah dan uang yang kita punya hanyalah alat untuk hidup, kadang kita lupa akan makna hidup dengan hanya mementingkan alat tersebut, sepertihalnya teh sekarang yang engkau minum… kita dengan sadar lebih memilih cangkir yang bagus dari pada mementingkan citrarasa teh tersebut”.

Apabila kita terobsesi akan pemenuhan kebutuhan tersebut yang muncul adalah ambisi, materialisasi. Kepekaan akan lingkungan akan menyusut dengan sendirinya dan ujungnya menjadi egoisme.

Setelah mendegar nasehat sang guru tersebut, sontak Ana menangis 7 hari 7 malam...(wedehhh... endingnya kok gene??! *@+_=-^^%#^&^!%#&*^)


RENUNGAN :

Mengambil yang terbaik dan menyisakan yang kurang baik adalah sangat normal dan wajar dalam pemenuhan kebutuhan, tapi harus diingat yang terpenting adalah TINGKATKANLAH KUALITAS HIDUP KITA, kalo bahasa bulenya : "life is the tea, and the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the tea provided. So, don't let the cups drive you, enjoy the tea instead"

 
More aboutKisah Secangkir Teh

Kisah Seekor Belalang

Post : Jan Nasution



Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”.

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.


RENUNGAN :

Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.

Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?. Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “kotak” itu?

Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang,tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.


 
More aboutKisah Seekor Belalang